Tidak ada yang datang lebih mengerikan daripada duplicate content dalam sebuah website. Duplicate content adalah mimpi buruk karena search engine seperti Google sangat tidak menyukainya dan dapat membuat sebuah halaman atau bahkan situs atau blog menghilang dari Google indeks karena dianggap spam. Namun pada awal tahun 2009, Google, Yahoo dan Bing mengeluarkan pengumuman yang cukup melegakan bagi para SEO (search engine optimizer) yaitu mereka akan mendukung canonical url tag.
Apakah Canonical url tag ini?
Canonical url tag ini berfungsi untuk membantu webmaster dan pemilik situs menghilangkan duplikat konten. Menurut pendapat saya, ini adalah perubahan terbesar bahkan terbaik dalam praktek SEO sejak munculnya Sitemaps. Tag ini sebenarnya merupakan bagian dari header HTML pada halaman web, bagian dimana akan ditenemukan atribut Title dan Meta Description tag. Sebenarnya, tag ini bukanlah hal yang baru, tapi seperti nofollow, yang menggunakan parameter rel baru. Contoh:
<link rel=”canonical” href=”http://www.webdesign.com/blog” />
Ini akan memberitahu Google, Yahoo dan Bing bahwa halaman tersebut harus dianggap seolah-olah adalah adalah salinan dari URL www.webdesign.com/blog dan bahwa semua link & isi harus kembali ke URL tersebut.
URL Canonical atribut tag serupa dalam banyak cara dengan 301 redirect dari perspektif SEO. Pada intinya, kita memberitahukan search engine seperti Google bahwa beberapa halaman situs harus dipertimbangkan untuk dipilih salah satunya tanpa benar-benar mengarahkan pengunjung ke URL baru. Fungsionalitas 301s dapatĀ memiliki fungsi lintas domain, yang berarti kita dapat mengarahkan sebuah halaman pada domain1.com untuk domain2.com. Ini sangatlah tidak sama dengan URL Canonical tag, yang beroperasi secara eksklusif pada satu akar domain.
Seiring waktu, kita berharap akan melihat lebih banyak perbedaan, tetapi karena tag ini begitu baru, maka memerlukan waktu beberapa bulan sebelum SEO telah mengumpulkan bukti yang baik tentang bagaimana aplikasi tag ini.
Bagaimana, Kapan & Dimana SEO Haruskah Gunakan Tag ini?
Di masa lalu, banyak situs telah menemui masalah dengan beberapa versi konten yang sama pada URL yang berbeda. Hal ini menciptakan tiga masalah besar seperti pada kasus situs yang menggunakan wordpress sebagai platform CMS, dimana arsip dan kategori seringkali berisikan konten yang identik:
-
Search Engine tidak tahu versi mana untuk disertakan / dikecualikan dari indeks
-
Search Engine tidak tahu mana yang harus menerima page rank
-
Search Engine tidak tahu versi mana yang dipakai untuk peringkat untuk hasil query
Ketika ini terjadi, pemilik situs akan menderita kerugian pada peringkat dan search engine akan menderita kerugian dan menurunkan relevansi. Dengan demikian, dalam rangka untuk memperbaiki masalah ini, kita, sebagai SEO dan webmaster, dapat mulai menerapkan tag URL Canonical yang baru ini.
Berikut adalah pedoman singkat mengenai Canonical url tag dari Google
-
Canonical url tag Ini merupakan petunjuk yang akan dihormati oleh Google ketika menghitung halaman yang paling relevan untuk ditampilkan dalam hasil pencarian.
-
Relatif path dapat dipakai disini seperti<link rel=”canonical” href=”product.php?item=swedish-fish” />
-
Canonical path boleh tidak persis 100%, asalkan penyimpangannya kecil.
Semoga bermanfaat.
